Panduan Lengkap Memilih Technology Stack
Knowledge base untuk memilih frontend, backend, hosting, database, dan mobile stack berdasarkan kebutuhan, biaya, risiko, serta tahap produk.
Daftar isi
Technology stack adalah seluruh teknologi yang dipakai untuk membangun, menjalankan, menyimpan data, mengamankan, dan mengoperasikan aplikasi. Pilihan yang baik bukan stack dengan nama paling banyak, melainkan kombinasi paling sederhana yang memenuhi kebutuhan wajib dan masih dapat dirawat oleh tim.
Prinsip utama: pilih dari kebutuhan produk, bukan dari tren atau vendor. Jika project berasal dari AI Blueprint, jadikan Technical Foundation, Database Schema, dan UI/UX Design sebagai sumber keputusan utama.
1. Hasil yang Harus Anda Dapatkan
Setelah mengikuti panduan ini, Anda seharusnya dapat menjelaskan:
- aplikasi apa yang dibangun dan siapa penggunanya;
- platform yang harus didukung: web, mobile, desktop, atau kombinasi;
- strategi frontend dan rendering;
- tempat business logic dijalankan;
- database utama dan layanan khusus yang benar-benar dibutuhkan;
- model hosting yang cocok dengan runtime;
- baseline security, backup, monitoring, dan deployment;
- alasan memilih stack, alternatif kedua, risiko, dan kapan pilihan perlu ditinjau ulang.
Stack akhir bukan sekadar daftar logo. Ia adalah keputusan arsitektur yang dapat diuji.
2. Peta Lapisan Technology Stack
| Lapisan | Tanggung jawab | Contoh |
|---|---|---|
| Frontend | Tampilan, interaksi, aksesibilitas, responsive state | HTML, CSS, React, Vue |
| Rendering | Kapan dan di mana HTML dibentuk | CSR, SSG, SSR, hybrid |
| Backend | Business rule, API, permission, integrasi | Next.js server, NestJS, FastAPI |
| Runtime | Menjalankan source code | Node.js, Bun, Python, JVM |
| Database | Menyimpan dan menanyakan data utama | PostgreSQL, MySQL, MongoDB |
| Data khusus | Cache, search, queue, vector, analytics | Redis, OpenSearch, pgvector, ClickHouse |
| Storage | Menyimpan gambar, video, dan file | S3-compatible object storage |
| Identity | Login, session, MFA, dan account lifecycle | Auth.js, Supabase Auth, managed identity |
| Hosting | Menjalankan static asset, function, atau container | CDN, serverless, PaaS, VPS |
| Operasional | Build, test, deploy, log, alert, recovery | CI/CD, Sentry, uptime monitor, backup |
Satu framework dapat mengisi beberapa lapisan. Next.js, misalnya, dapat menangani UI dan server code, tetapi browser dan server tetap memiliki batas keamanan berbeda. Secret tidak boleh masuk ke frontend hanya karena code berada dalam repository yang sama.
Engine, provider, dan framework adalah hal berbeda
- PostgreSQL adalah database engine; Supabase, Neon, RDS, Cloud SQL, dan self-hosted PostgreSQL adalah cara menyediakannya.
- React adalah UI library; Next.js adalah framework dengan routing dan kemampuan server.
- Docker adalah platform container; bukan bahasa, database, atau hosting.
- Node.js adalah runtime; npm, pnpm, dan Yarn adalah package manager.
Membedakan istilah ini membuat diagnosis dan migrasi jauh lebih mudah.
3. Mulai dengan Decision Brief
Jangan memilih provider sebelum pertanyaan berikut terjawab.
Produk dan tim
| Pertanyaan | Contoh jawaban yang berguna |
|---|---|
| Tipe produk | Landing page, SaaS, marketplace, internal tool, game, AI app |
| Tahap | Prototype, MVP, early production, growth, enterprise |
| Target platform | Web responsive, PWA, Android/iOS, native |
| Tim | Solo, tim kecil, tim platform; beginner atau advanced |
| Waktu rilis | Hari, minggu, atau kuartal |
| Anggaran | Sangat rendah, rendah, menengah, tinggi |
Traffic dan pengalaman user
- Seberapa penting SEO dan kecepatan halaman pertama?
- Apakah mayoritas halaman public atau berada di balik login?
- Apakah interaksi seperti aplikasi, realtime, offline, atau media-heavy?
- Dari wilayah mana user mengakses aplikasi?
- Apakah traffic stabil, musiman, viral, atau belum diketahui?
Data dan operasi
- Apakah data memiliki banyak relasi dan transaksi lintas tabel?
- Apakah ada payment, audit log, file upload, search, atau geospatial?
- Apakah consistency kuat wajib, atau eventual consistency dapat diterima?
- Berapa kehilangan data maksimum yang dapat diterima (RPO) dan waktu pemulihan maksimum (RTO)?
- Apakah ada data residency, compliance, private network, atau enkripsi khusus?
- Siapa yang melakukan deployment, monitoring, backup, dan incident recovery?
Jika jawabannya belum diketahui, tulis unknown dan pilih solusi yang mudah diubah. Jangan mengubah ketidakpastian menjadi arsitektur kompleks.
4. Gunakan Hard Gate sebelum Scoring
Hard gate
Eliminasi pilihan yang gagal pada kebutuhan wajib, walaupun populer atau murah. Contohnya:
- runtime atau protocol yang dibutuhkan tidak didukung;
- region yang diwajibkan tidak tersedia;
- transaksi, backup, restore, atau WebSocket wajib tidak didukung;
- jalur produksi, lisensi, compliance, atau data residency tidak sesuai;
- minimum biaya sudah melewati anggaran;
- database harus diakses dari browser tanpa model otorisasi yang aman.
Scoring setelah lolos gate
Beri nilai 0-5 untuk setiap kandidat. Bobot awal berikut dapat disesuaikan:
| Dimensi | Bobot awal |
|---|---|
| Kesesuaian fungsi | 20% |
| Kesesuaian data dan query | 15% |
| Kompatibilitas runtime | 12% |
| Performa dan scalability | 12% |
| Reliability dan recovery | 10% |
| Security dan compliance | 8% |
| Developer experience | 8% |
| Beban operasional | 6% |
| Prediktabilitas biaya | 5% |
| Portability dan lock-in | 4% |
Untuk solo founder, naikkan bobot time-to-market dan beban operasional. Untuk enterprise, naikkan reliability, security, compliance, dan portability. Catat juga penalti untuk teknologi beta, region database yang jauh, workaround inti, atau skill tim yang tidak sesuai.
5. Sesuaikan Kompleksitas dengan Tahap Produk
| Tahap | Tujuan | Bentuk stack yang masuk akal | Jangan terburu-buru menambah |
|---|---|---|---|
| Validasi | Membuktikan masalah dan minat user | Static site atau prototype dengan mock data | Database, microservice, Kubernetes |
| MVP | Menjalankan workflow utama secara aman | Satu full-stack app + managed SQL/BaaS | Banyak database dan event bus |
| Early production | Stabil untuk user sungguhan | Auth, backup, monitoring, migration, staging | Optimisasi tanpa data |
| Growth | Mengatasi bottleneck yang terukur | Worker, queue, cache, object storage, search | Memecah semua service |
| Scale | Reliability, compliance, dan organisasi | Service boundary terukur, HA, observability matang | Kompleksitas tanpa owner |
Naik tahap karena bukti: antrean menahan request, query lambat, storage membesar, kebutuhan recovery berubah, atau organisasi membutuhkan boundary. Bukan karena arsitektur yang lebih besar terlihat lebih profesional.
6. Pilih Frontend dan Strategi Rendering
Tentukan rendering terlebih dahulu
| Strategi | Pilih ketika | Trade-off utama |
|---|---|---|
| SSG / prerender | Konten public jarang berubah dan SEO penting | Sangat cepat; update perlu build atau revalidation |
| CSR / SPA | Dashboard di balik login, interaksi tinggi, SEO rendah | Sederhana untuk app-like UI; first load lebih bergantung JavaScript |
| SSR | Konten harus fresh atau personalized saat request | Fleksibel; butuh runtime server dan cache yang disiplin |
| Hybrid | Satu produk memiliki halaman marketing, app, dan data dinamis | Tepat untuk banyak web app; mental model lebih kompleks |
| PWA | Web perlu installable, caching, atau offline terbatas | Hemat sebelum native; kemampuan device tetap terbatas |
| Edge rendering | Personalisasi latency rendah di banyak wilayah | Periksa batas runtime, library, koneksi database, dan observability |
Pilih framework dari karakter produk
| Pilihan | Kekuatan | Cocok untuk |
|---|---|---|
| HTML/CSS/JS | Footprint kecil, sedikit abstraction | Microsite dan landing sederhana |
| React + Vite | SPA fleksibel dan tooling matang | Dashboard client-heavy dan prototype |
| Next.js | Rendering hybrid, routing, server capability | SaaS, ecommerce, content + app |
| Vue + Nuxt | Developer experience Vue dengan rendering lengkap | Tim Vue dan web app hybrid |
| SvelteKit | Komponen ringkas dan full-stack web | Tim kecil yang memahami ekosistemnya |
| Astro | Content-first dan JavaScript selektif | Blog, dokumentasi, marketing site |
| Angular | Struktur dan conventions kuat | Tim enterprise dan aplikasi besar |
TypeScript biasanya membantu kontrak data dan refactor. Component library seperti shadcn/ui, Material UI, atau library internal mempercepat aksesibilitas dan konsistensi, tetapi tetap perlu design tokens, responsive states, empty/error/loading states, dan visual QA.
Record frontend yang perlu disimpan di knowledge base
Jangan simpan frontend sebagai nama framework saja. Satu record minimal memuat:
| Field | Mengapa dibutuhkan |
|---|---|
| Runtime dan versi | Menentukan compatibility, security support, dan command build |
| Rendering modes | Memastikan SSG, CSR, SSR, streaming, atau edge benar-benar didukung |
| Deployment adapters | Menghubungkan framework dengan hosting target |
| Browser baseline | Menentukan fitur web, polyfill, dan testing matrix |
| UI component strategy | Memisahkan library komponen, design system, dan custom component |
| Data fetching/cache | Mencegah dua cache policy yang saling bertentangan |
| Auth boundary | Menjelaskan apa yang berjalan di browser dan server |
| Lifecycle | Stable, preview, deprecated, atau end-of-life |
| Verified date dan source | Membuat informasi yang kedaluwarsa dapat dideteksi |
Untuk setiap upgrade besar, jalankan build, route smoke test, server/client boundary test, dan screenshot regression pada screen penting.
7. Tentukan Strategi Web dan Mobile
| Kebutuhan | Jalur awal | Naik kelas ketika |
|---|---|---|
| Web responsive | Framework web + responsive layout | Tetap web jika fitur device minimal |
| Installable/offline ringan | PWA | Store distribution atau API device makin penting |
| Web dibungkus mobile | Capacitor | UX dan background capability mulai terbatas |
| Android + iOS satu codebase | React Native + Expo atau Flutter | Native module/performance membutuhkan spesialisasi |
| Android-only | Kotlin + Jetpack Compose | Target memang Android atau hardware integration kuat |
| iOS-only | Swift + SwiftUI | Integrasi ekosistem Apple menjadi pembeda produk |
React Native + Expo cocok bila tim kuat di TypeScript/React. Flutter memberi kontrol UI lintas platform dengan Dart. Native memberi akses device dan performa terbaik, tetapi biaya skill, testing, dan release dua platform lebih tinggi.
Game real-time, grafis berat, AR/VR, audio intensif, dan simulasi fisik perlu jalur khusus seperti Unity, Unreal, Godot, atau native graphics stack. Jangan memaksa framework web bisnis menjadi game engine.
8. Pilih Backend dan Model Hosting Bersama-sama
Bentuk backend
| Bentuk | Cocok untuk | Perhatian |
|---|---|---|
| Tanpa backend | Marketing site atau prototype local-only | Jangan menyimpan data sensitif di browser |
| BaaS | MVP dengan auth, database, storage, realtime | Pahami RLS, limit, dan exit plan |
| Full-stack framework | Produk kecil-menengah dengan satu tim | Jaga batas module dan server/client |
| API service terpisah | Banyak client atau domain logic kompleks | Tambah deployment, contract, dan observability |
| Worker/background job | Email, import/export, media, AI, laporan | Perlu queue, retry, idempotency, dead-letter handling |
Model hosting
| Hosting | Cocok untuk | Batas yang harus diperiksa |
|---|---|---|
| Static hosting + CDN | SSG, SPA, asset public | Tidak ada proses server persisten |
| Serverless functions | API singkat dan traffic tidak merata | Timeout, cold start, connection pooling |
| Edge functions/workers | Request ringan dekat user | Runtime API, CPU, package, koneksi database |
| Container PaaS | Full-stack server, worker, WebSocket | Resource, health check, scaling, persistent volume |
| VPS + Docker | Kontrol dan biaya tetap | Patch, firewall, backup, deploy, monitoring menjadi tanggung jawab Anda |
| Managed Kubernetes | Banyak service dan platform team matang | Beban operasional tinggi; bukan default MVP |
Framework dan hosting harus kompatibel. Static export tidak menjalankan server action. Worker edge tidak selalu kompatibel dengan package Node.js. Serverless yang membuka banyak koneksi PostgreSQL perlu pooler. Container yang menyimpan file lokal perlu strategi persistent volume atau object storage.
Matriks evaluasi hosting provider
| Dimensi | Pertanyaan verifikasi |
|---|---|
| Runtime | Apakah Node/Python/JVM, container, native binary, dan background worker didukung? |
| Request model | Berapa timeout, concurrency, cold start, memory, CPU, dan payload limit? |
| Network | Apakah WebSocket, private network, static IP, custom port, dan egress policy tersedia? |
| Storage | Apakah filesystem ephemeral, volume persistent, object storage, dan backup tersedia? |
| Region | Apakah app dan database dapat ditempatkan dekat user serta memenuhi residency? |
| Deployment | Apakah tersedia preview, health check, zero-downtime rollout, migration hook, dan rollback? |
| Observability | Apakah log, metric, trace, alert, dan retention cukup untuk incident response? |
| Security | Bagaimana secret, TLS, WAF, DDoS, access control, dan audit dikelola? |
| Cost | Apa unit compute, bandwidth, build, log, volume, IPv4, dan support? |
| Exit path | Bisakah image, data, DNS, dan secret dipindahkan tanpa downtime besar? |
Untuk Coolify atau VPS, ownership operasi berada pada tim: patch OS, kapasitas disk, backup, firewall, certificate, log rotation, monitoring, dan recovery harus memiliki runbook. UI deployment yang mudah tidak menghilangkan tanggung jawab server.
9. Pilih Database dari Bentuk Data
Database utama
| Jenis | Pilih ketika | Contoh |
|---|---|---|
| Relational SQL | Relasi, transaksi, reporting, dan integrity penting | PostgreSQL, MySQL |
| Document | Struktur dokumen bervariasi dan agregat dibaca utuh | MongoDB |
| Key-value / in-memory | Cache, rate limit, session, queue | Redis |
| Graph | Traversal hubungan adalah query inti | Neo4j |
| Time-series | Event berbasis waktu dan retention khusus | Timescale, InfluxDB |
| Columnar analytics | Agregasi besar, bukan transaksi aplikasi | ClickHouse, warehouse |
| Search engine | Full-text, ranking, typo tolerance kompleks | OpenSearch, Meilisearch, Typesense |
| Vector | Semantic search atau retrieval AI | pgvector, Qdrant |
PostgreSQL adalah default yang kuat untuk banyak aplikasi bisnis karena transaksi, relasi, constraint, query, JSON, full-text, dan extension. Namun “default” bukan berarti selalu benar.
Tambahkan database khusus hanya untuk tugas khusus
Arsitektur yang sehat dapat menggunakan:
- PostgreSQL untuk source of truth transaksi;
- Redis untuk cache, rate limit, session, atau queue;
- object storage untuk file besar;
- search engine untuk pencarian kompleks;
- pgvector atau vector database untuk semantic retrieval;
- warehouse/columnar database untuk analytics berat.
Jangan menjadikan cache sebagai source of truth atau database analytics sebagai OLTP utama. Pastikan ownership, sinkronisasi, retry, dan recovery setiap salinan data jelas.
Managed atau self-hosted
Bandingkan backup, point-in-time recovery, pooling, branching, replica, region, encryption, observability, support, dan biaya keluar data. Managed service mengurangi pekerjaan operasi; self-hosted memberi kontrol tetapi memindahkan patching dan recovery kepada tim.
Matriks evaluasi database provider
| Dimensi | Data yang harus dicatat |
|---|---|
| Engine/version | Engine, extension, collation, timezone, dan jadwal upgrade |
| Connection | Direct, pooler, private link, TLS, limit connection, dan driver |
| Durability | Backup frequency, retention, PITR, replica, RPO, dan RTO |
| Scale | Vertical limit, read replica, sharding path, storage growth, dan downtime resize |
| Security | Encryption, network control, role, audit, secret rotation, dan compliance |
| Operations | Metrics, slow query, maintenance window, support, dan incident status |
| Portability | Standard dump/restore, extension dependency, egress, dan lock-in |
| Cost | Compute, storage, IOPS, backup, replica, transfer, dan minimum monthly charge |
Sebelum production, buktikan koneksi dari runtime target, jalankan migration di staging, uji restore ke instance terpisah, dan ukur query penting dengan volume data realistis.
Skema record knowledge base
technology_id: postgresql-managed-example
category: primary_database
lifecycle: active
capabilities:
transactions: true
point_in_time_recovery: true
connection_pooling: verify_plan
constraints:
- region availability depends on provider
- extensions depend on plan and engine version
cost_model:
units: [compute, storage, backup, transfer]
verified_at: 2026-09-07
official_sources:
- provider documentation URL
review_triggers:
- engine major version changes
- pricing or plan limits change
- RPO or data residency requirement changesSnapshot JSON yang tampil setelah artikel adalah katalog edukasi. Katalog Blueprint di config/knowledge/technology tetap authority untuk generation karena mempunyai version, hash, status approved/proposed, dan compatibility rules.
10. Pola Stack Berdasarkan Use Case
| Use case | Baseline yang masuk akal | Tambahkan bila terbukti perlu |
|---|---|---|
| Landing/blog/docs | Astro atau Next.js SSG + CDN | CMS, search, form service |
| Browser utility | Vite/React atau framework ringan; proses lokal | Worker/API hanya untuk operasi yang tidak aman di browser |
| SaaS MVP | Next.js + TypeScript + managed PostgreSQL/Auth/Storage | Worker, Redis, search, billing service |
| Marketplace/ecommerce | Hybrid web + PostgreSQL + payment webhook + object storage | Queue, fraud review, search, ledger, reconciliation |
| Social/community | Web/mobile client + API/BaaS + PostgreSQL | Realtime, moderation, feed worker, media pipeline |
| Internal app | SPA/full-stack + SSO + relational DB | Audit log, approval, reporting, private network |
| AI/RAG app | Full-stack/API + PostgreSQL + object storage | Queue, pgvector/vector DB, tracing, model fallback |
| Analytics dashboard | Web app + transactional source | ETL dan warehouse ketika query analitik mengganggu OLTP |
| Mobile-first | Expo/React Native atau Flutter + managed backend | Offline sync, push, native module |
| Game | Game engine + game backend sesuai session model | Matchmaking, authoritative server, telemetry, anti-cheat |
Baseline adalah titik mulai, bukan template yang ditempel tanpa analisis. Payment finansial, healthcare, government, dan data anak membutuhkan review keamanan/compliance khusus.
11. Hitung Total Cost of Ownership
Jangan hanya membandingkan harga paket awal. Hitung:
- compute dan function invocation;
- database compute, storage, backup, replica, dan connection pooling;
- object storage dan bandwidth/egress;
- log, tracing, error monitoring, dan retention;
- email, SMS, payment fee, search, AI token, dan third-party API;
- waktu engineer untuk patching, deployment, incident, dan recovery;
- biaya migrasi dan vendor lock-in.
Harga provider berubah. Simpan model penagihan, unit, kelas biaya (very_low sampai enterprise), risiko lonjakan, tanggal verifikasi, dan URL pricing resmi. Jangan hardcode angka yang cepat kedaluwarsa ke keputusan arsitektur.
12. Security dan Reliability Minimum
Security
- Secret hanya berada di server-side environment atau secret manager.
- Authorization diperiksa di server untuk setiap resource; menyembunyikan tombol bukan security.
- Gunakan least privilege, MFA untuk admin, rate limit, validasi input, dan audit log untuk tindakan sensitif.
- Aktifkan HTTPS, security headers, dependency scanning, dan upload validation.
- Jika client mengakses managed data API, aktifkan dan uji row-level access policy.
Reliability
- Backup harus disertai restore drill; backup yang belum pernah dipulihkan belum terbukti.
- Migration harus versioned, reviewable, dan memiliki forward-fix atau rollback plan.
- Gunakan health check, structured log, error monitoring, uptime alert, dan correlation ID.
- Job harus idempotent, memiliki retry terbatas, dan tidak menagih atau mengirim dua kali.
- Pisahkan local, preview, staging, dan production berikut database serta secret-nya.
13. Decision Tree Praktis
Mulai
├─ Hanya konten public dan form sederhana?
│ └─ Ya → static/SSG + CDN; database mungkin tidak diperlukan
├─ Web app dengan login dan transaksi bisnis?
│ └─ Ya → full-stack app + relational database + server-side authorization
├─ Mobile adalah pengalaman utama?
│ ├─ Butuh cepat, satu tim JS/TS → React Native + Expo
│ ├─ UI lintas platform sangat custom → evaluasi Flutter
│ └─ Integrasi device/performance ekstrem → native
├─ Proses berlangsung lama atau dapat diulang?
│ └─ Ya → queue + worker + idempotency
├─ Search/analytics/vector menjadi beban khusus?
│ └─ Ya → tambah specialized store; pertahankan source of truth
└─ Banyak service dan tim platform tersedia?
└─ Baru evaluasi orchestration yang lebih kompleks14. Kontrak Hasil Keputusan
Untuk setiap project, tulis hasil dalam format berikut:
product_stage: mvp
target_platforms: [responsive_web]
recommended_stack:
frontend: Next.js + TypeScript
rendering: hybrid
backend: Next.js server modules
primary_database: PostgreSQL
hosting_runtime: container_paas
rationale:
- mendukung halaman public dan area login
- satu codebase sesuai kapasitas tim kecil
- transaksi dan relasi membutuhkan SQL
hard_gates_passed:
- target region tersedia
- backup dan restore memenuhi kebutuhan
- runtime mendukung background worker
alternatives:
- option: Nuxt + PostgreSQL
trade_off: baik untuk tim Vue, tetapi skill tim saat ini tidak sesuai
risks:
- koneksi database harus menggunakan pooling
- proses email dan AI perlu queue sebelum traffic naik
review_triggers:
- p95 latency melewati target selama 14 hari
- background jobs mulai menghambat web request
- kebutuhan data residency berubahKontrak ini membantu coding agent memahami alasan dan batasan, bukan hanya menyalin nama teknologi.
15. Anti-pattern yang Harus Dihindari
- Memilih stack karena viral atau karena coding agent paling mengenalnya.
- Menambahkan microservices, Kubernetes, Redis, atau vector database sejak hari pertama tanpa requirement.
- Menggunakan data production untuk local atau preview.
- Membuat lockfile kedua atau mengganti package manager tanpa keputusan eksplisit.
- Mengakses database langsung dari browser dengan credential istimewa.
- Menyimpan file user di filesystem container sementara.
- Menaruh pekerjaan panjang di request synchronous tanpa timeout dan retry design.
- Menganggap free tier sebagai kapasitas production yang dijamin.
- Memilih provider tanpa region, backup, exit plan, dan estimasi TCO.
- Mengganti fondasi Blueprint tanpa memperbarui requirement, schema, dan acceptance criteria.
16. Checklist sebelum Stack Disetujui
- Tipe produk, tahap, platform, user, dan workflow utama tertulis.
- Requirement wajib dipisahkan dari preferensi.
- Semua kandidat lolos hard gate runtime, region, security, dan budget.
- Rendering dipilih per kebutuhan SEO, freshness, dan personalisasi.
- Engine database dipilih sebelum provider database.
- Hosting kompatibel dengan runtime, connection model, worker, dan storage.
- Auth, authorization, audit, secret, backup, dan restore dirancang.
- Estimasi biaya mencakup egress, observability, backup, dan operasi tim.
- Alternatif kedua, risiko, exit plan, dan review trigger terdokumentasi.
- Tim dapat menjalankan, menguji, men-deploy, dan memulihkan stack.
- Technical Foundation dan Database Schema AI Blueprint tetap konsisten.
Database referensi technology stack
Snapshot edukasi diverifikasi 7 Sep 2026. Technical Foundation yang disetujui tetap menjadi sumber keputusan project.
Frontend5
- Next.jsfull-stack web framework
- React with Viteclient application stack
- NuxtVue full-stack web framework
- SvelteKitfull-stack web framework
- Astrocontent-first web framework
Model hosting5
- Static hosting with CDNstatic generation / SPA assets
- Serverless functionsshort request-driven APIs / uneven traffic
- Container PaaSfull-stack server / worker
- VPS with Dockerpredictable base cost / custom networking
- Managed Kubernetesmany services / mature platform team
Database5
- PostgreSQLrelational SQL
- MySQLrelational SQL
- MongoDBdocument database
- Redisin-memory key-value data store
- Specialist data storessearch, vector, graph, time-series, or columnar
Sumber resmi dan referensi
Gunakan sumber berikut untuk memeriksa command, fitur, pricing, atau limit terbaru.
Apakah panduan ini membantu?
Beritahu kami bila langkahnya berhasil atau ada informasi yang perlu diperbarui.